Feeds:
Tulisan
Komentar

Makan Nasi dan Akibatnya

1. NASI MENYEBABKAN KECANDUAN.
Responden yang diteliti yang tidak makan nasi selama sehari saja akan kelaparan dan merasa sangat ingin makan nasi lagi.

2. SETENGAH dari seluruh siswa Indonesia yang makan nasi nilainya ada di bawah rata-rata kelas.

3. Suku-suku pada zaman batu yang tidak pernah makan nasi terbukti TIDAK PERNAH mengidap tumor, Alzheimer, osteoporosis, ataupun Parkinson.

4. Dokter melarang bayi yang baru lahir untuk makan nasi. Hal ini menjadi bukti bahwa nasi punya dampak berbahaya yang sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran.

5. Nasi yang kering biasa dimakan oleh ayam. Nah, sekarang anda perlu curiga dari mana flu burung berasal.

6. Jumlah pemakan nasi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pemakan nasi di negara maju. Ini mungkin salah satu penyebab keterbelakangan pada negara ini.

7. Di warung-warung, biasanya KULI makan nasi dalam jumlah lebih banyak daripada kaum eksekutif. Hal ini membuktikan bahwa makan nasi MENURUNKAN kemampuan ekonomi seseorang.

9. Makan nasi dapat menyebabkan rasa haus alias MENYERAP air. Padahal tubuh kita sebagian besar terdiri dari air.

10. Dalam kondisi tertentu, makan nasi MENINGKATKAN resiko kematian. Misalnya makan nasi sambil menyetir mobil.

11. Pengidap DIABETES lebih dianjurkan makan kentang daripada nasi. Berarti nasi kurang baik bagi kesehatan.

12. Makan nasi menyebabkan keinginan mengkonsumsi sayur dan lauk. Misalnya nasi bandeng (nasi + bandeng goreng), nasi ayam (nasi + ayam goreng), nasi kucing (nasi + kucing goreng), dsb. Hal ini bisa menyebabkan obesitas.

13. Nasi mengandung ZAT BESI yang konfigurasi elektron terluarnya 4s2. Zat lain yang elektron terluarnya 4 adalah Racun ARSENIK (4p3), Batu batere TITANIUM (4s2), dan racun yang menyerang Superman yaitu KRIPTON (4p6). Ini mengindikasikan bahwa nasi punya kesamaan dengan zat-zat berbahaya lainnya.

14. Demikianlah beberapa akibat makan nasi. Bila anda termasuk pemakan nasi aktif dan terjangkit penyakit pikun, maka pasti anda tidak menyadari bahwa nomor delapan pada artikel ini tidak ada… Hayo ngaku!

Seorang teman suatu kali bertanya kepada saya, “Akankah anda
menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua
berumur 50 tahun?” Saya terdiam.Dia melanjutkan, “Jika anda tidak akan
melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos
berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,
“Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman
saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya
akan agama saya.

Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima
masyarakat pada saat itu. Jika tidak, orang-orang akan merasa
keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi
orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup
puas dengan penjelasan seperti itu.

Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut
dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun,
kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak
akan berpikir untuk menunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7
tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju
dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak
semuanya, akan memandang rendah terhadap orang tua dan suami tua
tersebut.

Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak
pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami
berumur di bawah 18 tahun, dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun
1931, Sidang dalam oraganisasi- oraganisi hukum dan syariah menetapkan
untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas
(Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan
bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia
anak-anak adalah tidak dapat diterima.

Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya
terhadap Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan
Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan
panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan
intuisi saya benar adanya.

Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos
berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam
literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa cerita yang menyebutkan
hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya.

Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah
pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sangat
bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang
diceritakan Hisham ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari
sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis
polos berumur 7 tahun.

Bukti #1: Pengujian Terhadap Sumber

Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di
hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang
mencatat atas otoritas dari bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2
atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak
ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal,
sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan
adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn
Anas, tidak menceritakan hal ini.
Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di mana Hisham
tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.

Tehzibu’l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi
catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : “
Hisham sangatbisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali
apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq “
(Tehzi’bu’l- tehzi’b, Ibn Hajar Al-`asqala’ni, Dar Ihya al-turath
al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).

Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat
Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: ” Saya pernah diberi tahu
bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq”
(Tehzi’b u’l-tehzi’b, IbnHajar Al- `asqala’ni, Dar Ihya al-turath
al-Islami, Vol.11, p. 50).

Mizanu’l-ai` tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada
periwayat hadist Nabi saw mencatat: “Ketika masa tua, ingatan Hisham
mengalami kemunduran yang mencolok” (Mizanu’l-ai` tidal, Al-Zahbi,
Al-Maktabatu’ l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN:
berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah buruk dan
riwayatnya setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya,
sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak
kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting
dalam sejarah Islam:

Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama Abu Bakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

Bukti #2: Meminang

Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn
Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada
usia 9 tahun.

Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: “Semua anak Abu Bakr (4
orang) dilahirkan pada masa jahiliyahh dari 2 isterinya “
(Tarikhu’l-umam wa’l-mamlu’k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50,
Arabic, Dara’l-fikr, Beirut, 1979).

Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga
tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah
dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah
seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh
usai (610 M).

Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah.
Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah
berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami
kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

Bukti # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah

Menurut Ibn Hajar, “Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali,
ketika Nabi saw berusia 35 tahun… Fatimah 5 tahun lebih tua dari
Aisyah” (Al-isabah fi tamyizi’l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol.
4, p. 377, Maktabatu’l- Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978) .

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan
ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia
Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi
satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia
7 tahun adalah mitos tak berdasar.

Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma’

Menurut Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d: “Asma lebih tua 10 tahun
dibanding Aisyah (Siyar A`la’ma’l-nubala’ , Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289,
Arabic, Mu’assasatu’ l-risalah, Beirut, 1992).

Menurut Ibn Kathir: “Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]“
(Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr
al-`arabi, Al-jizah, 1933).

Menurut Ibn Kathir: “Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H,
dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia
meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20
hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari
kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun”
(Al-Bidayah wa’l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr
al-`arabi, Al- jizah, 1933)

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: “Asma hidup sampai 100 tahun dan
meninggal pada 73 or 74 H.” (Taqribu’l-tehzib, Ibn Hajar
Al-Asqalani, p. 654, Arabic, Bab fi’l-nisa’, al-harfu’l-alif, Lucknow).

Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah
berselisih usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia
tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah
622M).

Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah
berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi,
Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah
berumah tangga.

Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda’l-Rahman ibn abi zanna’d, usia
Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau
20 tahun.

Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan
dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan
pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar
? 12 atau 18..?

KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD

Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr
dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab
karahiyati’l- isti`anah fi’l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika
menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang
Badar, mengatakan: “ketika kita mencapai Shajarah”. Dari pernyataan
ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar.

Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam
Bukhari (Kitabu’l-jihad wa’l-siyar, Bab Ghazwi’l-nisa’ wa
qitalihinnama` a’lrijal) : “Anas mencatat bahwa pada hari Uhud,
Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,]
Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan
sedikit pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan
tsb].”

Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang
Uhud dan Badr.

Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu’l-maghazi, Bab Ghazwati’l-khandaq wa
hiya’l-ahza’ b): “Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak
mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu
Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15
tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb.”

Berdasarkan riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun
akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan (b)
Aisyahikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas
mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi
minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut
menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk
membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti
lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)

Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan
sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah
tercatat mengatakan hal ini: “Saya seorang gadis muda(jariyah dalam
bahasa arab)” ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari,
Kitabu’l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa’l-sa`atu
adha’ wa amarr).

Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum
hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa
surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai
berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M,
Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah
Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak
bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir
ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka
bermain (Lane’s Arabic English Lexicon).

Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan sibyah (bayi), jadi telah
berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karena
itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

KESIMPULAN: Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang
berusia 9 tahun.

Bukti #7: Terminologi bahasa Arab

Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri
pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan
menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang
pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: “Anda dapat
menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah
(thayyib)”. Ketika Nabi bertanya tentang identitas gadis tersebut
(bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.

Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr
dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun.

Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main adalah,
seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan
untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan
pengalaman dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa
Inggris “virgin”. Oleh karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9
tahun bukanlah “wanita” (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p.
.210,Arabic, Dar Ihya al-turath
al-`arabi, Beirut).

Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas
adalah “wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam
pernikahan.” Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada
waktu menikahnya.

Bukti #8. Text Qur’an

Seluruh muslim setuju bahwa Quran adalah buku petunjuk. Jadi, kita
perlu mencari petunjuk dari Qur’an untuk membersihkan kabut
kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik
Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan
atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?

Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu.
Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam
mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur’an mengenai
perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri
sendiri.

Ayat tersebut mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada
orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam
kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah
mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah
kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan
ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.

Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai
memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ??
(Qs. 4:6)

Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim
diperintahkan untuk (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c)
mendidik mereka, dan (d) menguji mereka thd kedewasaan “sampai usia
menikah” sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.

Disini, ayat Qur’an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti
terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test
yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan
pengelolaan harta-harta kepada mereka.

Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim
yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan
pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa
mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan,
Gadis tersebut secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun
fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33
and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik
untuk bermain dengan mainannya daripada mengambil tugas sebagai
isteri.

Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu
Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia
berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama
sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia
berusia 7 tahun.

Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya.
Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,” berapa banyak di antara
kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil
memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?” Jawabannya
adalah Nol besar.

Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita
dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana
mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna
pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?

Abu Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua,
Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang
anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur’an.
Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah
proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara
memuaskan datang kepada Nabi, Beliau
akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum Quran.

KESIMPULAN: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum
kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan
Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

Bukti #9: Ijin dalam pernikahan

Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan
yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by
James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang
kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan
sebuah pernikahan.

Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan
oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi
sebagai validitas sebuah pernikahan.

Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang
cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras tentang persetujuan
pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki
berusia 50 tahun.

Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari
seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main
dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.

KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena
akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang
klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu
kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara
intelektual maupun fisik.

Summary:
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki
yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah
SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah
keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi
sebagaimana isi beberapa riwayat.

Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham
ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi
dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata
untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para
pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah
selama di Iraq adalah tidak reliable.

Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka
kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih
jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan
riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika
menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata
pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.

Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan
mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah
kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat
tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an
menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana
tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.

Note: The Ancient Myth Exposed
By T.O. Shanavas , di Michigan.
(c) 2001 Minaret
from The Minaret Source: http://www.iiie. net/
Diterjemahkan dari artikel di halaman ini: http://iiie. net/node/ 58

Javanese Top 40

All out of love (Air Supply): Katresnan kebablasan

Goodbye (Air Supply): Minggat

Lost in love (Air Supply): Wes ora tresno

Making love out of nothing at all (Air Supply): Gelo (jebule ora dibayar)

Grease (Bee Gees) : Kinclong

How deep is your love (Bee Gees): Duwekmu kok jero ‘men

I started a joke (Bee Gees): Wiwit ndagel

In the morning (Bee Gees): Isuk utuk2

Saturday night fever (Bee Gees): Meriang ning nekat ngapel

Stayin’ alive (Bee Gees) : Ora iso mati

Words (Bee Gees) : Nggedebus

More than words (Extreme) : Nggedebus pol

Highway star (Deep Purple) : Jago trek-trek’an

Smoke on the water (Deep Purple) : Umeb/mendidih (album ‘Nggodog Wedang’)

Soldier of fortune (Deep Purple) : Prajurit raiso mati

Mama (Genesis) : SiMak’e

Another day in paradise (Phill Collins) : Suk’mben ing swargo

Againts all odds (Phill Collins): Ongko Ganep

All night long (Lionel Richie) : Lek-lek’an(ngebyar)

Still (Lionel Richie) : Isih (durung entek)

Stuck on you (Lionel Richie) : Kecanthol

Truly (Lionel Richie) : Tenanee…

Frozen (Madonna) : Njendel

Like a virgin (Madonna) : Ketok’e perawan

Don’t cry for me, Argentina (Madonna) : Ojo nangis, Sragen

Billy Jean (Michael Jackson) : Tuku kathok jeans

Black & white (Michael Jackson) : tivi jaman mbiyen

Killing me softly (Roberta Flack) : Di-ithik-ithik sak-modare

Release me (Engelbert Humperdinck) : Uculna wae aku

My way (Frank Sinatra) : Sak-karepku/merk kaos kaki

I don’t like to sleep alone (Paul Anka) : Kelonana aku

Fragile (Sting) : Benthet/retak

Hands clean (Alanis Morissette) : Bar Wisuh

Believe (Cher) : Percoyo

I still believe (Brenda K Star) : Ngeyelan

Shy guy (Diana King) : Clingus

Wild woman (Michael Learns to Rock) : Morotuwo

Torn (Natallie Imbruglia) : Suwek / dedel duel

Don’t speak (No Doubt) : Menenga wae too…

La copa de la vida (Ricky Martin) : Ayo bal-balan

Something stupid (R William & Nicole Kidman): nggobloki

Kiss me (Sixpence None The Richer) : Kismis

Viva forever (Spice Girls) : Ketagihan bedak merk Viva

Uptown girl (Westlife) : Wong wedok nggunung

Don’t stop me now (Queen) : Ojo Nggandoli

Bohemian rhapsody (Queen) : Bu Hemi nge’Rap’

We will rock you (Queen) : Balang2an watu (Album: mantenan)

Always (Bon Jovi) : Mesti ngono

Bed of roses (Bon Jovi) : Peti mati

Alone (Heart) : Ijen (album ‘Kendel tenan’)

Self control (Laura Branigan): Puasa

Warrior (Pat Benatar) : Sepatu basket jaman dhisik

The temple of the king (Rainbow) : Candi

Sailing (Rod Stewart) : Iseh Eling (ora edan)

Jump (Van Halen) : Njondil (album ‘Kaget’)

Almost unreal (Roxette) : Ora umum

Black magic woman (Santana) : Mak Lampir (Album: dunia lain)

Smooth (Santana) : Lunyu (album ‘Kepleset’)

Always somewhere (Scorpion) : Mblayang wae

Still loving you (Scorpion) : Ra duwe isin

So young (The Corrs) : Bocah SD

After all (Al Jarreau) : Entek2an

Forever young (Alphaville) : Awet enom

Woman in love (Barbra Streisand) : Suminten edan

Mandy (Barry Manilow) : Adus

Suddenly (Billy Ocean) : Mak jegagik / ujug – ujug

If (Bread) : Yen

The prayer (Andrea Bocelli & Celine Dion) : Mbah Modin

I’ve never been to me (Charlene) : Ora tau kenal mas Tomi

Hard to say I’m sorry (Chicago) : Kisinan

Zombie (Cranberries) : Gendruwo

Boulevard (Dan Byrd) : Dalan gede

Lady Valentine (David Gates) : Putri Solo

Emotion (Destiny’s Child) : Muntab (album: misuh-misuh)

If we hold on together (Diana Ross) : Yen Gegandengan tangan

It’s you (Dionne W & Stevie W) : Jebul sliramu

Hotel California (Eagles) : Losmen Kali Fornia

Big big world (Emilia) : Donyane guedhe banget

In your eyes (George Benson) : Blobok

Careless whisper (George Michael) : Seneng rasan2

All I am (Heatwave) : Serakah

I don’t have the heart (James Ingram) : Rempela thok

Just once (James Ingram) : Sepisan wae

Beautiful girl (Jose Mari Chan) : Cah ayu

To all the girls I loved before (Julio Iglesias) : Kanggo randha-randhaku

Dust in the wind (Kansas) : Lesus nggawa bledug

Pretty boy (M2M) : Banci

Smile again (Manhatan Transfer) : Ayo ngguyu (featuring: Waljinah)

Paint my love (Michael Learns to Rock) :Nge-cet omahe pacar

I’ll be here waiting for you (Richard Marx) : Dak-cegat nyang kene

2 Become 1 (Spice Girls) : Ilang siji

Babe (Styx) : Bapak (bahasa Betawi)

Mermaid (Tatsuro Yamashita) : Iwak tur ayu

Lea (Toto) : Liyo (ora podo)

Just the way you are (Billy Joel) : Sak-karepmu

Smoke gets in your eyes (jazz) : Kakehan ngrokok

Long train running (Doobie W) : Kepancal Sepur

All blues (George Benson) : Kelunturan (biru kabeh)

O Danny boy (tradisional Irlandia) : Jebul’e anake Dani!

Dibalik nama pria Jawa

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari orangtuanya, agar anaknya kelak kalau besar bisa sesuai yang diharapkan.

Contohnya :
- Pandai menanam bunga, diberi nama Roseman.
- Pandai memperbaiki mobil, diberi nama Karman (carman)
- Pandai main golf, diberi nama Parman.
- Pandai dalam korespondensi, Suratman.

- Gagah perkasa, Suparman.
- Kuat dalam berjalan, Wakiman.
- Berani bertanya, Asman (askman).
- Ahli membuat kue, Paiman.

- Pandai berdagang, Saliman.
- Pandai melukis, Saniman.
- Agar jadi orang kaya, Sugiman.
- Agar besar nanti padai cari muka, Yasman

- Suka begituan, Pakman
- Suka makan toge goreng, Togiman
- Selalu ketagihan, Tuman
- Suka telanjang, Nudiman
- Selalu sibuk terus, Bisiman

- Biar pinter main game diberi nama Giman
- Biar bisa sering cuti diberi nama Sutiman
- Biar jadi juragan sate diberi nama Satiman

- Biar jadi juragan trasi diberi nama Tarsiman
- Biar pinter memecahkan problem diberi nama Sukarman
- Biar kalau ujian ndak usah mengulang diberi nama Herman
- Biar pinter bikin jus diberi nama Yusman

- Biar jadi orang yang berwibawa diberi nama Jaiman
- Biar jadi pemain musik diberi nama Basman
- Biar awet muda diberi nama Boiman
- Biar pinter berperang diberi nama Warman

- Biar jadi orang Bali diberi nama Nyoman
- Biar jadi orang Sunda diberi nama Maman
- Biar lincah seperti monyet diberi nama Hanoman
- Biar jadi orang Belanda diberi nama Kuman

- Biar tetep tinggal di Jogja diberi nama Sleman
- Biar jadi tukang sepatu handal diberi nama Soleman
- Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin diberi nama Delman

Salam sesama pria Jawa. CU.

(Maaf jika ada kesesuaian atau ada kesamaan di anda atau lingkungan, anda mohon maaf sebesar besarnya ini cuman fiksi atau karangan aja ( Only just kidding kok …))

Mars dan venus

dan sebuah sms pun terbaca…..’maybe sometimes u
wanna cried that don’t know why, just do it. Man never
know what in the girl ’s soul until showed…..’
……………………………………………
……………………………………………

Seorang profesor ahli psikologi berkata ;makhluk
Mars dan Venus adalah makhluk dari dua planet yang
sangat sangat berbeda… mereka lalu turun ke sebuah
planet awalnya mereka hidup damai berdampingan…
tapi kemudian mereka sadar bahwa mereka memang
berbeda….tentunya semua makhluk dari mars tidak akan
tahu apa yang ada di benak makhluk venus pada umumnya
tanpa bahasa kata

Bisa saja bahasa kata di artikan lain, namun terkadang
ada tumpukan bahasa kata yang berloncatan ranum dari
bibirku namun hanya ada gagu disini, sekedar tenggelam
dalam bayang-bayang hijau dinding kamarku… lalu
akhirnya bahasa kata itu bercampur dengan segala
metafor diukir jari dengan terbata….
maaf bila jari mengukir kata yang salah, padahal niat
kata dalam kamus semuanya baik….entah dalam
kehidupan nyata niat kata seperti apa.

karena…. hanya bahasa kata ini yang bisa aku
ungkapkan, setelah beberapa periode berlalu,
karena…..aku ingin menceritakan padamu sebuah
dongeng, sebelum aku tertidur pulas bersama mimpiku,
sebelum aku terbang jauh ke langit jauh lalu jatuh
dari ketinggian yang menyakitkan,sebelum seorang
pemikir sejati tak dapat lagi benar-benar menampung
semua pikiran dikepalanya dan itu mempengaruhi
hidupnya….

terkadang bahasa kata bisa dibilang terlalu hiperbolis
dan mendramatisir…. bagiku ini adalah ini dan inilah
jiwa seorang melankolis sejati…..
maaf, ……mungkin dengan sangat menyadari makhluk
mars memiliki berbagai macam masalah, pikiran,
keinginan dan semuanya yang menyesakkan jiwa…..
semoga dan jangan sampai bahasa kata menambah macam
masalah di dalam gua mars.

makhluk venus tidak menyukai berada dalam planet yang
tak dikenalnya, melihat dari jauh saja tersimpan ragu
dalam jiwanya apakah terdapat atmosfir kehidupan dan
telaga yang menyejukkan disana ataukah hanya terdiri
dari bongkahan bara yang panas ? atau sekedar angin
yang menenangkan jiwa serta awan hangat yang meredakan
badai……..lalu mereka ingin mendapatkan jaminan
bahwa ia akan aman hidup di planet asing itu….

Makhluk mars dan venus berasal dari planet yang
beebeda… itu pasti tapi satu hal yang lebih pasti
makhluk venus tidak suka berada dalam ketidak pastian
karena ia akan terus berfikir dan berfikir hingga jiwa
melankolisnya muncul keluar, dia…. terlalu takut
untuk menjadi sentimentil.

lalu sebuah sms yang tersimpan rapi beberapa periode
berlalu terbaca”….. u know that i wanna tears on u’r
eyes, live on u’r face and die on u’r lips…”
sungguh jangan menyentuh hati seorang venus yang
begitu halus jika memang tidak benar-benar ingin
menyentuhnya, jangan menginjakkan kaki ke planetnya
jika hanya memberikan kenangan buruk untuknya, jangan
pernah benar-benar ingin memetik kehidupannya jika
hanya ingin membuatnya layu, lemah dan tidak
berdaya… lalu dia akan hancur……

dan makhluk venus belajar dari mata-mata luka yang
pernah berbinar ceria lalu suatu waktu disana ia hanya
melihat suatu kehancuran dari kaum venus dan kecaman
demi kecamanpun terlontar kepada kaum mars….
lalu timbul pertanyaan dan suatu ketakutan apakah ia
akan sama hancur dan patah seperti mereka….betapa
fenomena yang ia dapatkan dan ia tangkap tentang kaum
mars adalah sesuatu yang buruk…..

mars tidak tau sebenarnya ada apa di planet venus…..
mungkin ia hanya melihat keindahan yang tampak dari
luar planetnya…. tapi dia belum pernah masuk
kedalamnya dan melihat isinya.
disana akan mars temukan luka, kekecewaan, masa kecil
yang indah, kasih sayang dan kesabaran ibu atau
sekedar membuat cemilan kecil teman minum kopi,…
lalu mars tidak dapat melihat kedalamnya lagi, tidak
dapat melihat kedalamnya lagi, tidak dapat melihat
kedalamnya lagi..sebelum dia mau turun ke dalam sumur
jiwa terdalamnya dan melihat sebenar-benarnya apa yang
disimpan disana, warna apa yang dia miliki dalam
hidupnya, merah..hijaukah, birukah… hitamkah.. atau
kombinasi semuanya……
mars tidak dapat melihat kedalamnya lagi……

lalu sebuah sms terbaca :…. keep smile till everyone
know u’r different
itu bagai telaga ditengah terik yang kehausan, itu
bagaikan senyuman dipagi hari yang tersungging dari
bibir seorang venus ketika ia keluar terhuyung masih
mengantuk, itu bagar riak sungai yang kembali mengalir
setelah airnya kering karena kemarau
……………
tapi kaum mars berkata apalah artinya bahasa kata
apalah artinya bait sms apalah artinya huruf yang
dirangkai indah toh itu semua hanya kamuflase
penghibur sepi…..sungguh

Tiba-tiba ada hari yang venus lewati dengan rasa
nyaman entah karena apa… ia memandang, mengintip
terbang ke sebuah planet asing hingga akhirnya ia
terkurung didalamnya dan kebingungan mencari jalan
pulang ke planetnya… planet itu begitu lembab,
membingungkan dan tidak jelas….. padahal kaum venus
tidak menyukai ketidak jelasan… perasaan mereka
begitu fluktuatif melebihi fluktuasi nilai kurs dan
tidak dapat diuji baik oleh uji stokhastik dan
deterministik……ia asik dengan angan-angan dan
pikiran serta emosi perasaannya karena beberapa dari
mereka begitu melankolis……kemudian layaknya
seorang venus mereka akan mengemukakan masalahnya ke
permukaan lain dengan mars yang akan masuk bertapa ke
dalam gua mereka dan asik dengan kesendiriannya sampai
mereka dapat menemukan jawaban dari semuanya…
kemudian bahasa kata pun diungkapkan ke
permukaan……

Dan ketika deret waktu mengantarkan seorang venus
dalam malam-malam sendirinya, pada siapa dia akan
berujar / selain membangunkan mars yang sedang
tertidur lelap di seberang sana. atau ketika pun mars
tidak dapat tertidur hanya sebuah sms terbaca….
” apa yang mas pikirkan ……..hingga mencapai 500
km…”

ketika makhluk venus yang begitu dramatis dan cengeng
hilang keseimbangannya dalam sebuah planet asing,ia
akan mencari pegangan agar tidak jatuh, namun ketika
mars hilang keseimbangannya dia akan mencoba berdiri
sendiri dan venus dengan senang hati menopangnya…
venus yang sudah hilang keseimbangannya benar-benar
akan merasakan ketakutan akan jatuih dan benar-benar
terkurung dalam angan-angannya dalam planet asing itu.
hingga benar-benar tidak menyadari apa-apa yang
seharusnya nyata dan apa apa yang mungkin tersembunyi
dalam planet asing itu lalu dia akan menggali sebuah
jawaban …..

apakah venus harus kembali ke planet asalnya?
melupakan kehidupan beberapa waktu dalam kurungan
planet asing itu ? atau memulai hari baru di planet
asalnya dan membiarkan Tuhan yang Menentukan… tapi
ia adalah seorang pemikir sejati…

mungkin makhluk venus itu terlalu norak atau bahkan
terlalu cepat menyimpulkan , mungkin dia memang tidak
benar-benar berada dalam planetnya. atau dia berada
dalam bumi ? lalu biarkan saja dia kembali membumi..
mendapatkan kembali konsentrasi dan fokusnya.. atau…
entahlah…

Venus belum tau apa apa yang ada dalam planet asing
itu dan mungkin ada bahaya apa didalamnya disana
begitu gelap hingga ia tak melihat apapun, atau
mungkin dia butuh pegangan makhluk lain untuk melihat
dan menelusuri ruang didalamnya ? entahlah…..

atau mungkin bahasa kata yang dituliskan venus adalah
saat ketika ia hanya sedang tertekan dengan semua yang
ada di planetnya, sehingga ia bersikap aneh, tidak
karuan, dan membutuhkan makhluk lain…. walaupun ia
harus masuk ke dalam planet asing itu..entahlah….

Venus ingin benar-benar berfikir jernih, mengawasi
lagi semuanya, memflash back lagi semuanya, menemukan
mutiara di dasar hatinya…. walau venus begitu rapuh,
dan begitu takut terkurung sendiri dalam planet asing
yang sebenarnya telah ia masuki, terkurung sendiri
dalam bayangan maya tak berwujud….atau mungkin venus
hanya butuh teman untuk bertahan dalam planet asing
itu dan mengajari cara untuk tetap bertahan hidup…
lalu sebuah syair terbaca….
” Barang siapa mencari Tuhan, maka Tuhan begitu dekat,
ia ada dihatimu, memohonlah padanya…”
satu hal… mungkin saja dalam ketakutan seorang venus
ada keinginan untuk merasa nyaman didalamnya….

atau ketakutan sebenarnya adalah takut menghadapi
kebingungan dalam dirinya sendiri, atau takut sekedar
melewati malam, meninggalkan cerita hari yang lalu,
atau menghadapi cerita baru ketika mata yang mengantuk
tidak tahu apa-apa memulai hari di planet asing,
melewati elegi dalam sunyi malam berbalut risau,
berbalut bingung…………….lalu seseorang tengah
malam ini mengirim sebuah sms, bahasa kata
yang….seperti :
:Mengapa bingung ? setiap hari……500 km yang
pisahkan kita?” entah seseorang dari planet mana….

tapi Venus sangat mengetahui itu bukan suatu jawaban
dari kebingungannya malam itu. pun itu adalah sebuah
bahasa kata, venus tau dia tidak boleh mempercayainya,
karena samar rasanya semua ini, sega mengabur….
bahkan maknapun tak bisa kupungut dari jalanan
waktu……….

venus mengantuk………dan tertidur

Aku adalah seorang wanita biasa, yang 33 tahun lalu dilahirkan di sebuah dusun, di pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik laki-laki, tiga tahun lebih muda dariku. Yang menyayangiku lebih daripada aku menyayanginya.
Aku ingin menceritakan sebuah cerita dari sekumpulan cerita yang lalu lalang didalam hidupku. Sebuah cerita masa laluku. Suatu ketika, aku sangat ingin membeli sebuah sapu tangan, yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya! ” Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan napas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan dimasa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.” Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju dan mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa raut wajah adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas provinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik,hasil yang begitu baik” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, saya telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika saya harus mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan sesaat kemudian, ia mulai mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya. Kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Pada hari itu, pada saat itu, aku telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Keesokan harinya, sebelum subuh datang, tanpa kusangka, adikku meninggalkan rumah tanpa kami ketahui. Dan yang kutahu, ia pergi hanya dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kentang yang sudah mengering. Dia meninggalkan secarik kertas di samping bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.
Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!” Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kalau kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? ” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Pertama kali aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah kerjaan adikmu. Dia pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.” Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Ia tahu aku akan menangis, dan berhenti berkata. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, dan aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Berkali-kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku-pun dipromosikan menjadi wakil direktur di-pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?” Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar. Ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir sama sekali tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer disana, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!” “Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.” Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Saat itu musim dingin, segalanya membeku, bahkan pohon-pohonpun tidak berani menggerakkan daun-daunnya. Ketika itu saya dan kakak pergi sekolah ke-SD yang berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.” Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Hanya demi hal sekecil itu, ia telah melakukan hal yang begitu besar dalam hidupku. Pembawa acara kemudian memintaku untuk memberikan sepatah dua patah kata. Kata-kata begitu susah keluar dari bibirku, dan saat itu, aku hanya sanggup berkata: “Dalam hidupku, orang yang paling patut aku beri ucapan terimakasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia itu, di depan kerumunan perayaan, aku meraung dan menangis haru, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai. Dan aku berjanji, satu janji yang tak akan pernah aku ingkari. Satu janji yang adikku sendiri pernah ikrarkan, Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga adikku dan baik kepadanya!!!

[terimakasih pada Jongky atas cerita ini]

Polisi jujur dari Bantul

ikut berduka cita atas wafatnya Aiptu Suratidjo, polisi jujur dr polsek sewon bantul. tgl 1 juli 2009 bliau mendapat anugerah dr presiden RI & kapolri krn menjadi korban bakutembak dengan pencuri hingga cacat seumur hidup pd th 1996. paru2 & ginjalnya kena peluru hingga terganggu dan harus berkursi roda sampai wafatnya namun beliau tidak pernah mengeluh dalam bertugas. belum punya rumah hingga akhir hayatnya, meninggalkan 1 istri & 1 anak lelaki yg masih SMA. polda DIY menghadiahi beliau sebuah rumah yang ternyata tidak sempat beliau tinggali. selamat jalan pak… ;_;

20 kiat menumbuhkan cinta

1. Tunjukkan kekagumanmu kepadanya. Lakukan dengan tulus namun wajar agar pesan cinta yang kamu sampaikan dapat menggetarkan hatinya.
2. Dengan lembut datangi dia untuk lebih berkembang, lebih giat belajar, lebih berprestasi, tidak terbenam dalam kesedihan, tidak mudah menyerah, dsb.
3. Berilah perhatian secukupnya pada waktu yang tepat. Hindari perhatian yang berlebihan apalagi bila hubungan itu belum berlangsung lama. Hati-hati agar perhatian yang kamu berikan itu tidak menimbulkan kesan terlalu mengatur atau cerewet.
4. Sembunyikan rasa cemburumu sebelum dia benar-benar menjadi kekasihmu. Bahkan setelah jadipun cemburulah seperlunya saja.
5. Buatlah dia agak cemburu dengan sekali-kali memuji orang lain.
6. Jika tidak ada keperluan yang teramat penting hindari menolak permintaannya, tetapi juga jangan terlalu mudah mengiyakan.
7. Biarkan perhatian dan cintanya keluar dari hatinya dengan tulus tanpa paksaan.
8. Tampillah sebaik mungkin tapi dengan wajar dan sesuai dengan kepribadianmu.
9. Untuk taraf penjajakan, batasi waktu pertemuan secukupnya saja. Pertemuan singkat yang menumbuhkan rindu lebih baik daripada pertemuan panjang yang membosankan.
10. Bersikaplah fleksibel, ada saat bertahan dan ada saat mengalah.
11. Supaya lebih mengenalmu, ceritakan masa lalu yang berkesan, pengalaman, harapan dan keluarga. Jangan bicara cinta dan perkawinan terlalu dini.
12. Ciptakan suasana yang nyaman dan hangat dalam setiap pertemuan. Hindari sikap yang bisa merusak suasana. Pada taraf awal dia masih ingin enjoy dan fun.
13. Belajarlah menjadi pendengar yang baik, antusias, dan penuh pengertian.
14. Untuk menunjukkan keintiman bicaralah dari hati ke hati. Ungkap perasaan kalian mulai dari yang tidak terlalu dalam seperti rasa gembira, puas, sedih atau kecewa.
15. Evaluasilah perkembangan hubungan kalian. Kalo menghangat pertahankan, kalo tidak ambil langkah untuk mengantisipasi.
16. Pada taraf penjajakan biasanya banyak hal yang tidak kamu ketahui tentangnya. Jangan cepat ambil kesimpulan kalo dia tidak mencintaimu. Do your best!
17. Bercerminlah dan katakan dengan jujur kekurangan yang perlu diperbaiki.
18. Meski istimewa, jangan takut merasa kehilangan atau tidak mendapatkan cintanya. Hal itu hanya melemahkan semangat juangmu.
19. Kalo gagal anggaplah sebuah pelajaran.
20. Jalani hubungan dengan ringan, tanpa dibebani keinginan yang muluk. Nikmati kebersamaan dan biarkan cinta bersemi secara alami.

Ini adalah kisah my first love saat aku masih duduk di bangku SMPN 4 Madiun kelas 3B. Kami nggak pernah jadian, just puppy love alias cinta monyet saja namun sungguh berkesan dan unforgettable. Dia adalah adik kelasku. Tentu banyak teman2ku eks SMP 4 yang tau tentang hal ini dan nanti juga akan ada nama2 mereka yang tertulis disini, mohon maaf ya friend bila ga berkenan, ini hanya berdasarkan catatan harian jadulku. Diary itu masih tersimpan rapi sebagai manuskrip perjalanan hidup seorang Dedy.
Sabtu, 9 Agustus 1986
Tadi pagi waktu aku dan segerombolan temen lagi belajar sejarah dibawah pohon trembesi sekolah datang seorang cewek ayu pake pita ma temannya yang menanyakan tentang guntingnya, aku jawab tidak tahu. Nah, dari sini mulailah rasa penasaran itu. Siapa dia?
Selasa, 12 Agustus 1986
Seneng deh aku, namanya udah kuketahui:Yuli, anak pramuka kelas 2A. Mulai saat itu aku jadi rajin ke perpus, maklum dekat kelasnya.
Beberapa hari setelah itu aku sering melihat dia berlatih nari di ruang ketrampilan, ternyata untuk lomba 17an. Suatu ketika aku pergi dengan Yoyok 3G dan saat kembali ke kelasnya kulihat Yuli yang akan pergi dengan Dwi 2B kesulitan nyetater motornya, kutolong lalu kkucapkan selamat jalan sambil menepuk punggungnya. Saat aku sedang menghias mobil kijang buat karnaval dia datang, ngobrol dengan Marsid (dimana kau sekarang Sid?-red) lhadalah aku cemburu! Pada saat itu Anis (halo jeng!-red) bilang “sebenarnya dedy itu naksir kamu yul”. Waduuh, aku malu bukan kepalang. Tapi yang dikatakan Anis itu memang benar sih.
Sabtu, 4 Oktober 1986
Malam ini di kompleks tentara BOSBO Madiun ada pameran. Kebetulan Yuli, Isna, Retno Salindri dkk akan menari. Ndilalah disana ketemu Anis yang spontan bilang “yul, ini lho dedy”. Dia menunduk sambil tersenyum jadi aku cuma bisa lihat rambutnya aja, keki, juga malu karena para guru juga ada disitu! Sejak itulah “kasus” dedy-yuli menjadi bahan para guru untuk mengejekku seperti pak Ma’shum, pak Sam dan lain2.
Catatannya: kebiasaan Yuli waktu berangkat sekolah yang selalu kuingat adalah selalu pakai pita rambut yang sesuai dengan seragam sekolahnya. Senin hingga kamis selalu pake pita biru atau putih, kadang hitam, sedangkan jumat – sabtu pake pita coklat karena kami memakai seragam pramuka. Seragamnya bergaya gulung lengan ala 80an. Satu orang temannya sekelas yang selalu aku titipi salam untuknya bernama Aneka Prasyanti, entah dimana dia sekarang.
Out Of Topic sedikit:
Rabu, 1 Oktober 1986
Upacara pagi ini dalam rangka hari kesaktian Pancasila. Tadi pas upacara Reni (halo Ren!-red) yg jadi MC salah ucap, akibate pak Sumbul (kepsek) jadi ingah-ingih. Ketawa pula anak2 sesekolahan. Kasian. Dapat info dari Irawan 2B (cmiiw) kalo mo ndeketin Yuli apelin kerumahnya. Tadi dia juga cerita kalo dikirimi surat oleh Isna berlembar-lembar cuma gara2 nembak. hihihi…
Back To Topic, kisah tentang apel pertama….
Jumat, 12 Desember 1986
(lho kok apelnya hari jumat seh? biarin. hehehe-red)
Malam ini aku dolan kerumah Heri Wicak, ketemu ma Riza (halo Za!-red). Riza ngajak bertaruh kalo aku berani kerumah Yuli dapat duit 250 perak (jaman segitu nilainya lumayan gede loh-red). Akhirnya aku berangkat ma Wahyu. Sampe dirumah Yuli si Wahyu malah lari! Padahal dah kadung ketok pintu. Alhasil ngobrol sendirilah ma dia. Memalukan. Tapi acara ngobrol berjalan dengan lancar. Eh, ternyata Yuli ni pinter maen gitar. Dia juga sempat masuk dan ambil gitarnya. Dia tanya bisa nggak aku nggitar? Jawabku nggak. Lalu dia nanya bisa nggak nyanyi? Yah, walo suara kacau balau gini aku bilang bisa. Tau lagu yg dia gitarkan? Judulnya ‘darling i love you’ lagu jadul dari classic illustration. Penampilan dia saat itu pake kaos dan rok panjang, rambut dipita. Nah, sekembalinya aku kerumah Heri diketawai teman2. Tapi bagaimanapun juga makasih lho buat teman2 semua…
Rabu, 28 Januari 1987
Istirahat I, ga ada apa-apa. Pas pelajaran bahasa indonesia dari jendela kelas 3B aku melihat Yuli ke kamar kecil. Gelisah nih. Langsung ijin aja ke belakang. Disana, di kamar kecil utaranya pak Peno pakbon sekolah, kami ngobrol kira2 10-15 menit. “Yul, kowe nesu mbek aku?” jawabnya “Ora kok” sambil tersenyum. Cailaa… tatapan, senyumnya sungguh menggetarkan hati. Istirahat II dapat surat darinya, langsung deh… ngacir pulang tanpa nengok kanan kiri… Eh ya ndilalah teman2 kelasku tau ‘peristiwa wc pak peno’ tadi, maka diinterogasilah aku, jarene “tadi kamu ke belakang bukan buat pipis tapi mau ketemu yuli to? ngaku!” hehehehe……
Selasa, 31 Maret 1987
Hari Raya Nyepi. Pagi ini aku ke sekolah liat anak2 basket, lomba adzan dan baca Al Qur’an. Rame basketnya 2-0 untuk kelas 3F. Sesudah itu liat lomba baca Qur’an ada Fitri, Naning, Mariati, Yoyok, dll. Yuli ada didalam, ayu tenan. Yoyok diutus pak Sam beli kopi. Begitu melihatku pak Sam bilang “Sstt… yuli ga ada”. kontan aku melongo. Kok tau ya?

Ceritanya udahan dulu ya, daftar pustakanya masih ada di diary saya kok, uakeehh tenan. Ga abis-abis buat diceritain kelucuan2 masa SMP di Madiun dulu. Menurut info terakhir sekarang Yuli tinggal di Surabaya dengan suami dan putra2nya. Sampai jumpa… merdeka! *gaya closing film si unyil di TVRI jadul*

Catatan teman2 eks SMPN 4 Madiun, dimanakah anda semua?
1. Isna Handayani 2A
2. Retno Salindri 2A
3. Yoyok 3G
4. Irawan 2B
5. Marsid 3G/H
6. Aneka Prasyanti 2A
7. Wiwin 2A
8. Nana/herawati kristiana 2H
9. Aman 3A
10. Mardiana 2B sekarang di jogja
11. Herlambang 2A (cmiiw)
Agus, Yeni, Pratik….. dan semua yang belum disebut satu per satu

Kekasih pertamaku

Ini adalah kisah tentang kekasih pertamaku. Saat itu aku masih kuliah semester 3 dan dia SMA kelas 2. Semua tertulis rapi di buku diaryku, aku kisahkan pada teman-teman semua agar bisa diambil hikmahnya.

Minggu, 7 Juni 1992
Diary, dolan kerumah Yaya hari ini hatiku dibuat kebat kebit. Disana aku dikenalin ama temennya di salah satu SMP di Yogya bernama Is yang sekarang sekolah di sebuah SMA favorit. Rumahnya di daerah Gondokusuman. Deket kampusku kan? Nah, dia ini manis senyumnya, apalagi kalo tertawa. Dan ada banyak lagi. Tadi sempat bercanda lama dan omong-omong juga. Doi anak kedua dari 3 bersaudara cewek semua. Rada nggoyangke ati juga dia, jilbaban pula. Dan dilihat dari cara omongnya dewasa juga nampaknya dan nyenengin diajak ngobrol. Banyak hal positif kucatat darinya. Dia punya pendirian yang teguh, kuat, tegas lagi. Doi belum mau dapat jodo karena ngerasa belum dewasa. Baiklah… tunggu beberapa waktu lagi. Kalo kliyeng… istikharah.
Rabu, 24 Juni 1992
Saat sore ini aku nongol dirumahnya doi udah ada. Tapi gak sua. Barulah terakhir2 bersuawaktu didalam rumah. Saat aku ngajak ngomong dia merespon. Di matanya tidak terlihat suatu hal yang ‘lain’. Sikapnya biasa2 saja kayak dulu cuman agak diem karena ada anak2 lain yang ramene poll. Dan tentang peristiwa kemaren gak disinggung, bahkan sempat nanya apakah aku suka buku-buku agama. Apakah Yaya sempat ngobrol ma doi ya? Dan pulangnya saat aku omong2 mo dolan lagi kerumahnya doi nolak kalo malam minggu. Doi mau omong2 ama aku dan dijanjiin hari minggu pagi. Ada apakah gerangan? Kalo tentang hubungan ‘kita’ aku siap. Kucatat sikap dia emang dewasa n rada atos juga, terbukti saat eyel-eyelan masalah SMA tadi, dan sikapnya itu… biasa aja bahkan cenderung rada nyimpen perasaan. Tapi jangan suudzon dulu, liat aja ntar minggu.
Minggu, 28 Juni 1992
Diary, aku musti ngapain? Rasa bingung, kangen, bimbang campur jadi satu. Hari ini emang udah kencan kalo mo sua dirumah. Tiga jam empat puluh lima menit disana ngobrolin soal Yaya yang koyone ada rasa ama aku dan hubungan dia ma Yaya jadi merenggang. Aku merasa bersalah deh, dan masalah inipun dibahas dengan tuntas. Aku juga bilang kalo Mama (nama cewek-red) juga crita tentang hal yang sama (dan rada kliru) seperti crita kalo doi marah, dll. Disana tadi kita buka kartu semuanya, soal tentang Yaya yang sampai ke kuping Is. Kucatat banyak kesukaan2 kami yang sama. Dia suka mawar terutama yang merah dan putih. Tapi ada juga yang ngeresin ati, ternyata dia udah nunggu seseorang yang diyakini & dipercayai sebagai calon suaminya kelak. Nggak ngerti kenapa tiba2 dari hati aku merasa ada yang tercabut kuat karena aku merasa sreg dan cocok. Doi bilang kalo doi tu egois, keras kepala, tapi doi juga sebenarnya romantis, terbukti dari ‘cerita pantai’ dan bunga. Aku mencatat banyak sekali kesamaan diantara kami. Kenapa baru sua sekarang? Doi tanya padaku gimana kalo seandainya orang yang kucintai itu ternyata udah berdoi. Lha aku ‘nekat’ to. Dan kucritain semua kalo aku akan matur ortu dan terutama doinya. Dia kuatir kalo hal ini benar terjadi. Lha yo aku malah seneng to dapat gadis yang setia, etc, etc. Juga tentang senyumnya yang manis aku sempet sindir.
Selasa, 7 Juli 1992
Diary, hari ini aku serasa dapat durian runtuh (benjut dunk-red). aku dolan kesana dengan niat mo ngasi proposal. Jebul disana malah jadi ngobrol terbuka. Dengan QS Al Furqan 74 tertantinglah dia. Dia nanya apakah aku serius. Kontan kujawab ‘ya’, dia bingung menjawabnya. Lalu dia mengambil diarynya sebagai jawaban. Ternyata dalam diary itu dia mengaku luluh juga setelah mencoba bertahan. Dia tulis dalam diarynya kalo ‘kekasihnya’ itu adalah ilusi belaka. Dulu dia bohong karena nggak mau aku, dia ingin ketemu jodohnya kalo udah tiba saatnya. Tadi malem aku bangun dua kali, jam 00.30 dan 03.00. Koyone yang pertama ada hubungane dengan Is. Ternyata tadi malem dia juga teringat akan aku dan tidurnya juga tidak tenang. Masya Allah, jadi tadi malem pikiran kita gathuk. Begitu tau akan hal itu mataku langsung panas pingin nangis, dan koyone doi begitu juga. Setelah kutanyai kenapa kok luluh dia menjawab ternyata karena kenekatanku. Doi udah nyoba ngapusi dengan bilang nginep dirumah kidul tapi aku tetep nrabas.
Minggu, 9 Agustus 1992
Diary, dia tampak manis di hari ultahnya ini dengan kulot putih dan kaos hitam, warna kombinasi kesukaannya. Juga ekspresi kegembiraannya saat menerima bunga itu plus kaset putihnya. Diterima langsung lewat tangannya sambil tersenyum. Catatan tambahannya adalah dia begitu patuh dan taat ama ortunya, dia mengaku kalo semua kerepotan dia mengadakan ultah mulai dari pendanaan ampe penyajian dia sendiri yang mengerjakan. Tidak menodong ortu, mandiri nabung dari uang saku. Dia juga ringan tangan mau mengambilkan nasi untukku, Sofyan dan rekannya pengajian RISMA. Kadang keliatan juga kalo dia tidak oke dengan suasana dilihat dari sikap dan ucapannya. Dia yang aslinya ‘rame’ gatau kenapa tadi agak pendiam. Dia sayang ama anak kecil dan lembut terhadap mereka. Selamat ultah yo dik!

Demikian sekelumit kisah perjalanan kami, walau hanya 2 taun jalan bareng tapi hikmah yang kami dapatkan sangat luar biasa. Sekarang Is bekerja di Pemda, sudah menikah dan mendapatkan 2 anak lelaki yang lucu2. See u on the next story: my first love when i was junior high school

Tulisan Sebelumnya »