Pasangan suami istri yang sudah renta berjualan roti bakar di pinggir jalan KH Dahlan Purworejo samping utara toko Swalayan Laris. Pada saat saya mendatangi mereka dari gerobag yang luas itu hanya terdapat tujuh buah roti yang siap dijual. Posisi gerobag jualan yang menyendiri membuat sedikit susah menemukannya. Saya pesan roti selai strawberry dan coklat. Dengan tangkas Pak Wiyono, demikian nama beliau, mengiris roti dan mengolesinya dengan selai serta membakar dibantu istrinya.
Menurut pengakuan Bu Wiyono, mereka berjualan roti ini sebagai pengisi waktu luang dirumah. “Daripada nonton tivi mas” kata Bu Wiyono. Nenek dari 2 anak dan 1 cucu tersebut tinggal di kawasan Baledono timur pasar Purworejo. “Aslinya saya dari Bener mas, sudah ngontrak 2 tahun di Baledono dan Alhamdulillah sudah bisa membeli rumah disitu dari hasil penjualan rumah di Bener” sambungnya. Pak Wiyono berjualan roti bakar mulai sore hingga malam hari jam 23.00. Keseharian Pak Wiyono selain berjualan roti adalah menjadi buruh bangunan tiap pagi hingga sore, sedangkan Bu Wiyono menjadi pelayan di sebuah warung nasi sebelah swalayan Laris.
Bu Wiyono ini merupakan istri kedua Pak Wiyono. Dengan istri pertama dulu Pak Wiyono tidak dikaruniai anak sehingga berpisah dan memperistri Bu Wiyono yang telah menjanda selama 5 tahun dengan 2 orang anak. Kedua anaknya sudah menikah, satu orang tinggal di Baledono dan anak yang lain tinggal di Surabaya. Ketika ditanya bagaimana andaikata roti-roti tersebut tidak laku terjual malam harinya, Bu Wiyono menjawab “Roti tersebut akan digoreng oleh bapak lalu diiris-iris untuk dijual pagi harinya di warung-warung yang sudah rutin meminta setoran dari bapak”. Dan pada saat saya membeli roti itu Alhamdulillah beberapa orang karyawan toko yang pulang kerja membeli roti bakar pada kakek berumur 70 tahun itu.
Subhanallah… Allah memang selalu memberi rizki pada umatNya walau melalui cara yang kadang sering tak terduga… Semoga barakah Allah selalu tercurah pada Pak Wiyono dan Ibu…
(makasiy mba Novi atas inputnya)![]()